BRIN Gelar Pelatihan Penilaian Kondisi Terumbu Karang dan Biodiversitas Ikan Karang di Universitas Bung Hatta, Padang

Cibinong. Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) menggelar kegiatan Pelatihan Penilaian Kondisi Terumbu Karang dan Biodiversitas Ikan Karang di Universitas Bung Hatta, Padang, pada Selasa (12/10).

Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian BRIN, Dr. Ocky Karna Radjasa M.Sc dalam sambutannya mengatakan pelatihan dapat memperkuat kompetensi perguruan tinggi partner/mitra dan lebih khusus BRIN dibawah Direktorat Pengembangan Kompetensi yang juga sudah menyiapkan pengembangan modul-modul dan sekaligus merekondisi beberapa mata kuliah yang relevan bisa diambil mahasiswa, sekaligus bisa diberikan sertifikasi manakala berakhirnya mata kuliah, Selain ujian, kemampuan mahasiswa juga sebagai modal tambahan terutama terkait keahlian diluar yang ada mata kuliah di kampus,” ungkapnya.

“Jadi ini merupakan peluang yang bagus, kami berharap betul akan menjadi core yang ada di Sumatera bisa melayani perguruan tinggi di sekitar Sumatera maupun Jawa bagian barat yang memiliki kompetensi  dan kebutuhan terkait sertifikasi. Kami di BRIN mencoba memperkuat pengembangan SDM melalui pelatihan dan sertifikasi terutama penilaian terumbu karang dan kondisi biodivesitasi ikan karang. Ini sangat relevan seperti yang di sampaikan Kepala BRIN bahwa kita ingin mendorong pengembangan global platform khususnya untuk biodiversitas. Kita mengetahui bahwa terumbu karang dan ekosistem lainnya merupakan ekosistem yang sangat penting dalam mendukung biodiversitas laut,” imbuhya.

Dirinya mengatakan, “Kurikulum modul pelatihan ini mengacu pada standar kompetensi, standar khusus, SKK khusus, akan menjadi modal para peserta. Saya sangat senang peserta tidak hanya dari perguruan tinggi tetapi dari berbagai stakeholder. Jadi, akan semakin mewujudkan konsep kerja di BRIN yaitu bersifat inklusif dan kolaboratif ,” terang Ocky.

Ocky berharap pada akhir pelatihan dapat dilihat kompetensinya dan akan diusulkan menjadi asesor karena hasil rata-rata penilaian kami sekitar 80% dari peserta yang lulus. Diharapkan peserta di Padang bisa secara sungguh-sungguh mengikuti hingga selesai bisa lulus di rekomendasikan menjadi asesor, sehingga akan memperkuat kompetensi temen-teman di daerah secara khusus. Saya mendorong mendapatkan penugasan untuk menghasilkan 500 asesor sampai dengan akhir tahun ini,” ucapnya.

Selanjutnya Plt. Direktur Pengembangan Kompetensi, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Sudi Ariyanto mengatakan bahwa indonesia memiliki wilayah laut yang begitu luas dan menurut informasi luas terumbu karang Indonesia diperkirakan 39.583 km² dan ini mengandung keanekaragaman hayati tertinggi antara lain 550 spesies karang batu, 2200 spesies ikan karang dan ini menunjukkan sebuah biodivesitas yang sangat luar biasa, “Namun demikian terumbu karang kita mengalami ancaman karena adanya pemanasan global, aktivitas manusia dan beberapa terumbu karang di Indonesia mengalami ancaman. Oleh karena itu perlu untuk menjaga ekosistem kelautan ini yang merupakan salah satu sumber atau unsur untuk pengembangan ekonomi kedepan bagi kita semua, karena kita melihat bahwa sumber-sumber kekayaan kita di laut ini sangat besar,” ungkapnya.

“Kesehatan terumbu karang dan ikan karang perlu terus di monitor untuk itu perlu tenaga yang melaksanakan dan ini salah satu tugas kita dan tugas BRIN adalah untuk mengembangkan kompetensi bukan hanya untuk institusi BRIN, tetapi juga untuk para pemangku kepentingan secara nasional. Pemangku kepentingan salah satunya adalah perguruan tinggi merupakan bagian salah satu aktivitas kami untuk meningkatkan kompetensi Indonesia,” tambah Sudi

Sudi menegaskan agar para peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga terjadi transfer knowledge. “Kita memahami pelatihan ini bukan hanya sekedar untuk diri sendiri tapi dalam rangka berkontribusi untuk kemajuan Indonesia melalui pengembangan kompetensi dan nanti berujung pada kontribusi pada perkembangan ekonomi Indonesia,” pungkasnya,

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Bung Hatta, Prof Dr. Tafdil Husni, S.E, MBA, melaporkan pelatihan akan berlangsung selama 8 hari, mulai tanggal 12  – 19 Oktober 202. Pelatihan diikuti oleh 29 orang peserta, terdiri dari 19 orang mengikuti pelatihan terumbu karang dan 10 orang mengikuti pelatihan ikan karang.  Peserta berasal dari instansi terkait seperti Dinas Kelautan Provinsi Sumatera Barat,  Loka Riset dan Kawasan Konservasi Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan, Universitas Bengkulu, Universitas Padang, Universitas Riau, Universitas Diponegoro, Universitas Bung Hatta, dan LSM. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka baik di kelas maupun praktik di kolam dan laut, Pulau Pasumpahan.  (shf ed sl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


10 + 13 =