Sosialisasi PERMENPAN RB NO. 34 Tahun 2018 dan Peraturan LIPI tentang Petunjuk Teknis Peneliti

Jakarta, 1 Oktober 2018. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusbindiklat Peneliti LIPI menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Sosialisasi Peraturan Menteri PAN (Permenpan) dan RB No. 34 Tahun 2018 dan Peraturan LIPI tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Peneliti”. Sosialisasi mengundang Pimpinan Kementerian/LPNK melalui 185 Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, tim penilai dan asesor, pejabat yang mengusulkan angka kredit, dan pejabat fungsional peneliti pada organisasi penelitian, pengembangan, dan/atau pengkajian instansi pemerintah dalam pelaksanaan, pengusulan, dan penilaian jabatan fungsional peneliti. Sosialisasi dilaksanakan pada Senin, 1 Oktober 2018 di Auditorium Utama LIPI, Jakarta.
Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman tentang Permenpan RB Nomor 38 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Peneliti yang menggantikan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Nomor: KEP/128/M.PAN/9/2004 tentang Jabatan Fungsional Peneliti dan Angka Kreditnya karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan tuntutan kompetensi dan profesi jabatan fungsional peneliti.
Sosialisasi diawali dengan Sambutan Wakil Kepala LIPI sekaligus Ketua Panitia, Prof. Dr. Bambang Subiyanto, M.Agr. yang mengatakan bahwa di dalam roadmap Making Indonesia 4.0, salah satu program prioritasnya adalah peningkatan kualitas SDM, karena SDM menjadi kunci dan faktor penting selain teknologi. “Oleh karena itu, kita para peneliti tidak mungkin jika tidak berbenah dan menyesuaikan dengan segala perubahan yang ada,” tegasnya. “Mengingat semakin besarnya tantangan yang kita hadapi, semakin kompleknya permasalahan yang muncul, maka ketersediaan peneliti yang andal, yang mampu mengantisipasi segala perubahan dan mau membaktikan tenaga dan pikiran sepenuhnya untuk kepentingan pembangunan bangsa harus menjadi fokus kita bersama,”tambah Prof. Bambang. “Di era 4.0 ini, kita menaruh harapan besar kepada para peneliti untuk berkiprah dan ikut berkontribusi dalam tiga hal penting yaitu: 1) memelihara kepercayaan masyarakat kepada peneliti, 2) memacu  kreativitas peneliti dan, 3) menegakkan standar profesional dan kaidah etika dalam penelitian ilmiah,” pungkasnya.
Prof. Bambang LIPI menjelaskan lebih jauh bahwa LIPI sebagai instansi pembinan jabatan fungsional peneliti perlu menyiapkan sistem untuk menyesuaikan dengan perkembangan terkini agar tidak tertinggal dari bangsa lain. “Menghadapi era 4.0, seorang peneliti sebagai bagian dari SDM Iptek di Indonesia perlu menyiapkan kualifikasi dengan kompetensi keilmuan yang kuat dalam hal Critical Thinking, Creative, Communication, Collaboration. Yang dimaksud dengan komunikasi di sini adalah kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat/komunitas ilmiah (science for science community), komunikasi untuk masyarakat umum (science for public), dan kemampuan berkomunikasi dengan pengambil kebijakan (science for policy makers),” tegas Wakil Kepala LIPI Ini. Terakhir di akhir Sambutan Prof. Bambang menambahkan selain kemampuan-kemampuan tersebut, untuk menghadapi era 4.0 para peneliti juga perlu memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut: 1.Educational Competence., 2.Competence in Research, 3.Competence for Technological Commercialization, 4. Competence in Globalization, 5. Competence in Future Strategies.
Selanjutnya, Peraturan Menpan dan RB Nomor 38 Tahun 2018 resmi diluncurkan oleh Kepala LIPI, Dr. Laksana Tri Handoko sekaligus menyerahkan secara simbolis kepada 10 perwakilan Kementerian/LPNK yakni LIPI, LAPAN, BATAN, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala LIPI melengkapi peluncuran tersebut dengan sebuah Paparan tentang “Manajemen Riset Di Era 4.0”. Inti dari paparan Kepala LIPI adalah perlunya Inovasi, Kolaborasi dan Kerjasama baik Lokal, Nasional, Internasional dan Fokus di bidangnya (Penelitiannya) bagi para pejabat fungsional peneliti. Diskusi interaktif dengan peserta Sosialisasi mewarnai TalkShow yang dipandu langsung oleh Plt. Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas, M.A.
Pada sesi terakhir Sosialisasi, dipaparkan tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Jabatan Fungsional Peneliti yang akan mengganti Juknis sebelumnya yakni Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014 yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Nomor: KEP/128/M.PAN/9/2004 tentang Jabatan Fungsional Peneliti dan Angka Kreditnya. Hal ini perlu juga disesuaikan mengikuti perkembangan tuntutan kompetensi dan profesi jabatan fungsional peneliti serta menyesuaikan terbitnya Peraturan Menpan dan RB Nomor 38 Tahun 2018. Dalam Peraturan LIPI Nomor 2 Tahun 2014 sebelumnya belum mendukung output dan outcome peneliti dalam melakukan kegiatan penelitian karena hanya di dorong untuk mengumpulkan angka kredit dan belum memberikan dorongan kepada peneliti untuk memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat masyarakat umumnya dan organisasi penelitian, pengembangan, dan pengkajian khususnya. Sesi tentang Juknis Peneliti ini dipandu langsung Plt. Kapusbindiklat Peneliti LIPI, Ratih Retno Wulandari, S.Sos., M.Si. Pada akhir sesi dibuka pula Konsultasi Publik bagi peserta Sosialisasi terkait Juknis Peneliti yang sudah dipaparkan. (SL, foto: YK)

Bahan Materi :

Manajemen Riset di era 4.0 - Kepala LIPI (387)
SOSIALISASI JABATAN FUNGSIONAL PENELITI (1 OKTOBER 2018) (674)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


two × 1 =