Profesor Riset

Profesor Riset adalah pengakuan, kepercayaan, dan penghormatan yang diberikan atas keberhasilan seorang Peneliti dalam mengemban tugasnya di unit litbang. Gelar Profesor Riset diberikan kepada Peneliti Ahli Utama IV/e, berpendidikan S3, memiliki KTI terbit pada jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi, maksimal pengajuan tidak melewati maintenance ketiga, menulis naskah orasi ilmiah yang disetujui oleh Majelis Pengukuhan Profesor Riset, dan telah menyampaikan naskah tersebut dalam orasi ilmiah pada prosesi pengukuhan Profesor Riset. Hal-hal terkait persyaratan dan penyelenggaraan orasi pengukuhan Profesor Riset diatur dalam Peraturan Kepala LIPI Nomor 07/E/2009 tentang Tata Cara Pengukuhan Peneliti Utama untuk Mendapatkan Gelar Profesor Riset sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Kepala LIPI Nomor 9 tahun 2015 tentang Profesor Riset.

Pusbindiklat Peneliti – LIPI selaku Sekretariat Majelis Pengukuhan Profesor Riset memiliki tugas untuk memfasilitasi pengukuhan Profesor Riset. Fasilitasi dilakukan mulai dari tahap awal pemeriksaan persyaratan administrasi, usulan naskah orasi, sidang naskah orasi, rapat koordinasi, hingga penyelenggaraan pengukuhan Profesor Riset. Tugas ini sesuai dengan Surat Keputusan Kepala LIPI Nomor 9 Tahun 2015, Pasal 17 yang menerangkan bahwa orasi pengukuhan Profesor Riset diselenggarakan oleh instansi asal kandidat Profesor Riset bekerja sama dengan Pusbindiklat Peneliti – LIPI

Persyaratan Pengajuan Pengukuhan Profesor RisetMajelis Pengukuhan Profesor RisetTim Penilai Naskah OrasiNaskah Orasi Profesor RisetJumlah Profesor Riset per TahunJumlah Profesor Riset s.d. Juni 2017

 

Peneliti yang menduduki jenjang jabatan fungsional sebagai Peneliti Ahli Utama IV/e berhak mengajukan usulan pengukuhan profesor Riset, dengan persyaratan:

  1. Menyampaikan permohonan secara tertulis yang ditandatangani oleh Pimpinan atau Pejabat setingkat Eselon I pada Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK)/Daerah kepada Kepala LIPI dengan tembusan kepada Kepala Pusbindiklat Peneliti – LIPI paling lambat tiga bulan sebelum rencana pengukuhan;
  2. Melampirkan konsep Naskah Orasi Ilmiah sesuai dengan bidang kepakaran/penelitian yang bersangkutan sejumlah 10 rangkap (ukuran buku A5) dalam bentuk dummy softfile dan hardcopy;
  3. Melampirkan Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir Jabatan Peneliti Ahli Utama IV/e dengan pendidikan pascasarjana program doktor (S3) yang telah dinilai;
  4. Melampirkan Surat Keputusan Presiden tentang pengangkatan ke dalam jabatan fungsional Peneliti Ahli Utama;
  5. Melampirkan surat keterangan bekerja sebagai peneliti aktif di unit Litbang;
  6. Memiliki paling sedikit satu KTI terbit dalam jurnal Internasional bereputasi;
  7. Memiliki paling sedikit satu KTI terbit dalam bentuk buku penerbit nasional;
  8. Memiliki paling sedikit 10 KTI terbit dalam bentuk jurnal nasional terakreditasi;
  9. Pangkat/golongan ruang tidak menjadi persyaratan untuk pengajuan pengukuhan Profesor Riset;
  10. Pengajuan untuk pengukuhan Profesor Riset dilakukan paling lama tiga kali maintenance. Jika melebihi maintenance ketiga, Peneliti tidak berhak mengajukan pengukuhan Profesor Riset, namun tetap melakukan maintenance sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
  11. Melengkapi persyaratan administrasi lainnya, yaitu: fotokopi (a) Surat Keputusan Presiden tentang pengangkatan ke jenjang Peneliti Ahli Utama; (b) Penilaian Prestasi Kerja PNS dua tahun terakhir: (c) Surat Keputusan Pangkat terakhir; (d) Surat Keterangan peneliti murni/aktif dan tidak sedang diperbantukan di luar unit litbang dari pejabat (paling rendah) setara Esselon II; (e) ijazah S1, S2, dan S3; dan foto ukuran 4 x 6 cm terbaru, formal, dengan latar belakang warna merah. Bagi Pria, foto menggunakan jas dan dasi, sedangkan bagi wanita menggunakan blazer/kebaya. Foto menghadap ke depan, tidak menyerong, dan tidak menyamping (sebanyak tiga lembar);
  12. Penyelenggaraan pengukuhan Profesor Riset diikuti paling banyak tiga orang kandidat dalam satu kali pengukuhan;
  13. Pelaksanaan pengukuhan Profesor Riset didahului dengan rapat koordinasi dan geladi bersih.

Susunan Majelis Pengukuhan Profesor Riset ditetapkan oleh Kepala LIPI dan berlaku satu kali penyelenggaraan pengukuhan, terdiri dari:

  1. Satu orang Ketua, yaitu Kepala LIPI;
  2. Satu orang sekretaris;
  3. Anggota penilai naskah orasi ilmiah;
  4. Satu orang pimpinan tertinggi instansi kandidat Profesor Riset;
  5. Dibantu dua orang panitera dan satu orang pemandu prosesi (Pedel).

Tim Penilai Naskah Orasi ditetapkan oleh Kepala LIPI dan berlaku satu kali dalam penyelenggaraan pengukuhan, yaitu:

  1. Tiga orang profesor untuk satu orang kandidat Profesor Riset, terdiri dari:
  2. Satu orang dari instansi kandidat Profesor Riset, apabila tidak terpenuhi akan ditetapkan oleh Kepala LIPI;
  3. Dua orang yang ditunjuk oleh Ketua Majelis Pengukuhan Profesor Riset.
  4. Memiliki bidang kepakaran yang sama atau mendekati dengan naskah orasi kandidat Profesor Riset;
  5. Sekretaris secara ex officio Kepala Pusbindiklat Peneliti LIPI.

Dalam melakukan penilaian, Tim Penilai Naskah Orasi melakukan penilaian paling lama 14 hari kerja. Sidang majelis dipimpin oleh Ketua majelis atau yang ditunjuk dan dihadiri oleh anggota Tim penilai naskah orasi atau Penilai Ahli yang ditunjuk.

Berdasarkan PerKa LIPI No. 9 tahun 2015 tentang Profesor Riset, naskah orasi Profesor Riset berisi:

  1. Sari pati dari seluruh karya ilmiah kandidat Profesor Riset;
  2. Perspektif perkembangan Iptek masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang;
  3. Kontribusi individu kandidat Profesor Riset dalam membangun dan mengembangkan Iptek yang menjadi bidang kepakarannnya serta menyebutkan karya ilmiahnya yang relevan;
  4. Kontribusi Umum bidang Iptek yang menjadi bidang kepakaranya dalam menyelesaikan pernasalahan actual atau strategisdari pemerintah dan masyarakat.

Sistematika penulisan Naskah Orasi Profesor Riset terdiri dari:

  1. Halaman Sampul (cover): terdiri Bagian depan dan bagian belakang;
  2. Halaman judul utama;
  3. Katalog dalam terbitan (KDT);
  4. Halaman Biodata Ringkas;
  5. Daftar Isi;
  6. Prakata Pengukuhan;
  7. Substansi Naskah Orasi ilmiah;
  8. Daftar Pustaka;
  9. Lampiran;
  10. Daftar Publikasi Ilmiah;
  11. Daftar Riwayat Hidup.

Substansi Naskah Orasi Ilmiah terdiri atas :

  1. Judul;
  2. Pendahuluan;
  3. Isi naskah orasi, terdiri atas:
  4. Esensi/sari pati dari karya ilmiah kandidat Profesor Riset yang menjadi bidang keahliannya;
  5. Perspektif perkembangan Iptek masa lalu, sekarang, dan yang akan datang;
  6. Konstribusi individual kandidat Profesor Riset dalam membangun dan mengembangkan iptek;
  7. Konstribusi umum bidang iptek yang menjadi bidang kepakaran
  8. Struktur Bab dan Subbab;
  9. Tabel dan ilustrasi;
  10. Kesimpulan;
  11. Penutup;
  12. Ucapan terima kasih.

Catatan:

Jumlah halaman inti naskah orasi (Bab Pendahuluan s.d. Bab Penutup) paling banyak 23 halaman dengan pertimbangan dapat dibacakan dalam pengukuhan Profesor Riset selama kurang lebih 20 menit.

NoNAMA INSTANSIJUMLAH TOTAL PROF. RISETPROF. RISET YG AKTIFPENSIUN/WAFAT/DIBERHENTIKAN
1KEMENTERIAN PERTANIAN1255174
2LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA1155263
3BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL502426
4B P P T32239
5KEMENTERIAN KELAUTAN & PERIKANAN281810
6KEMENTERIAN ESDM22715
7KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP & KEHUTANAN19910
8KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM & PERUMAHAN RAKYAT18513
9L A P A N16610
10KEMENTERIAN AGAMA1257
11KEMENTERIAN KESEHATAN1129
12KEMENTERIAN PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN743
13BIG422
14KEMENTERIAN PERHUBUNGAN202
15KEMENTERIAN KOMUNIKASI & INFORMATIKA211
16B M K G211
17SEKRETARIS JENDERAL DPR RI110
18KEMENTERIAN KEUANGAN110
19KEMENTERIAN KUKM110
20BADAN PUSAT STATISTIK110
21BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR101
22KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN101
JUMLAH471214257
471214257

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


four × 4 =