Pembenahan Manajemen Anggaran Riset demi Kemajuan Iptek

Jakarta, 8 November 2017. LIPI bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menginisiasi pembentukan Forum Profesor Riset. Dalam seminar Kebijakan Pendanaan Riset Nasional yang Implementatif untuk mewujudkan Daya Saing Bangsa sesuai Nawacita dan pembentukan Forum Profesor Riset Nasiona, dijelaskan bahwa salah satu tujuan pembentukan forum ini adalah untuk menjaga dan mengembangkan iklim yang kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). “Iptek harus menjadi bagian integral dari pembangunan sosial, ekonomi, dan politik, serta ikut mewarnai proses pengambilan keputusan politik dan investasi. Oleh karena itu, peran peneliti dengan landasan etika yang kokoh sangat diperlukan dan harus menjadi kunci kesuksesan bangsa,” kata Prof. Dr. Bambang Subiyanto, Pelaksana Tugas Kepala LIPI. IMG_7152[1]

Di sisi lain, Bambang menyoroti pula tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SINAS IPtek). UU tersebut saat ini tengah dalam proses revisi dan ke depan diharapkan akan lebih baik. Dalam kesempatan ini pula Ketua Pansus SINAS Iptek, Ir. H. Daryatmo Mardiyanto memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada insan Iptek untuk dapat memberi masukan dan usulan bagi penyempurnaa RUU tersebut “Kami sangat terbuka terhadap masukan bagi revisi RUU ini, mumpung belum disahkan,” imbuhnya.

Isu riset menarik lainnya juga dipaparkan oleh Dr. Laksana Tri Handoko selaku Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI yaitu terkait Manajemen Riset. Handoko mengganggap, menaikkan anggaran dana riset tidak menjamin kualitas penelitian menjadi lebih baik. Menurutnya yang perlu dibenahi adalah manajemen anggaran setiap lembaga penelitian. “Peneliti banyak yang protes kekurangan dana penelitian, tapi sebenarnya itu cukup. Maksudnya jika anggaran ditambah pun tidak menjamin meningkatknya kinerja peneliti, kalau manajemen riset tidak diperbaiki, ” jelas Handoko.

Oleh karena itu salah satu upaya untuk memperbaiki manajemen riset, LIPI saat ini telah melakukan pengkajian terhadap Rancangan Peraturan Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan RB. Dalam rancangan regulasi tersebut, LIPI akan mengatur lebih dalam terkait formasi peneliti untuk menjawab kritikan dan keluhan bahwa peneliti kesulitan mengumpulkan angka kredit. Regulasi baru akan lebih menonjolkan output penelitian dan portofolio peneliti. Selain itu unit litbang juga diberi kesempatan untuk berbenah diri, melihat kembali tugas pokok dan fungsinya, serta tuntutan kinerjanya, sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan formasi peneliti. Beberapa instansi telah memberikan evaluasi formasi peneliti dan memangkasj jumlah peneliti didalamnya karena tidak berada pada unit kerja litbang. Dengan penataan manajemen litbang ini, diharapkan kinerja peneliti kedepan akan sejalan dengan kinerja organisasi, sehingga tidak ada lagi keluhan tentang kesulitan peneliti dalam menghasilkan output penelitian. Regulasi yang akan datang menekankan pada fungsi kerja sama antar peneliti, bukan lagi pada sosok individualis yang bekerja sendiri dan tidak peduli dengan tujuan organisasi.

Sesi kedua di acara ini diwarnai juga dengan paparan terkait kebijakan pendanaan riset oleh Dudi Hidayat, M.Sc Peneliti pada Pusat Penelitian Perkembangan Iptek LIPI, Implementasi Peraturan Menkeu No. 106/PMK.02/2016 tentang Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2017 oleh Amir Hidayat selaku Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kebijakan APBN Kemenkeu, Kebijakan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dalam Pendanaan Litbang oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama (Luky Alfirman, M.A., Ph.D), Mekanisme Pendanaan Litbang melalui Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia oleh Teguh Rahardjo Direktur Eksekutif DIPI dan Pengantar Forum Profesor Riset Nasional oleh Prof. Dr. Dwi Eny Djoko Setyono selaku Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Peneliti LIPI (SA).

Subbid Kerja Sama dan Informasi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


10 + eight =