LIPI Kukuhkan Dua Profesor Riset Bidang Teknik Material dan Bidang Ilmu Tanah, Agroklimatologi, dan Hidrologi

Jakarta, Kamis (15/12), Di penghujung tahun 2016, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengukuhkan dua orang profesor risetnya, yaitu Prof. Dr. Myrta Karina Sancoyorini, M.Agr. dari Loka Penelitian Teknologi Bersih dan Prof. Dr. Ir. Muh. Rahman Djuwansah dari Pusat Penelitian Geoteknologi, bertempat di Auditorium LIPI Jakarta.

Pada Orasinya, Myrtha menyampaikan orasi ilmiah bidang Teknik Material yang berjudul “Pengembangan Material Ramah Lingkungan Berbahan Baku Lignoselulosa”. Myrtha mengkaji masalah lingkungan yang diakibatkan oleh pemakaian material polimer sintetik yang sulit didegradasi secara alami, sehingga lignoselulosa dapat dijadikan solusi. Menurutnya, berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa selulosa bisa dijadikan sebagai bahan alternatif pada pembuatan komposit untuk bahan bangunan dan komponen otomotif. ”Selulosa juga dapat berperan sebagai bioplastik untuk pengemas dan sebagai komponen elektronik,” ujarnya. Sedangkan bahan lignin dapat dimanfaatkan sebagai perekat kayu dengan emisi formaldehida yang rendah untuk prekursor serat karbon untuk komposit kampas rem yang selama ini masih menggunakan asbes. ”Teknologi pemisahan selulosa dan lignin dengan cara eksplosi adalah metode baru yang ramah lingkungan karena menggunakan sangat sedikit bahan kimia dan bisa diaplikasikan di industri kertas,” jelasnya. Myrtha berharap, penelitiannya terkait pengembangan lignoselulosa untuk material ramah lingkungan akan sesuai dengan program pemerintah tentang produk ramah lingkungan dan industri yang berdaya saing.

Sementara itu, Muh. Rahman Djuwansah menyampaikan orasi ilmiah bidang Ilmu Tanah, Agroklimatologi, dan Hidrologi yang berjudul “Pengelolaan Lahan dan Lingkungan Berkelanjutan Berdasarkan Ketersediaan Air”.  Terkait dengan lingkungan, Rahman menyampaikan tentang pengelolaan sumber daya air dan lahan. Masalah dan bencana terkait air dan lahan adalah persoalan penting.  “Kasus kelangkaan air, kualitas air dan bencana seperti banjir, longsor dan kebakaran hutan yang kerap terjadi  salah satu penyebabnya karena pengelolaan sumber daya air dan lahan yang digunakan melebihi kapasitasnya,” jelasnya. Rahman mengatakan, program perlindungan dan rehabilitasi lingkungan terkait lahan dan air seharusnya bisa lebih terukur dan terarah. Di masa depan, tekanan pada sumber daya air akan semakin besar dan kompleks karena jumlah penduduk yang bertambah dan perubahan variabilitas iklim. Idealnya, ketersediaan air di daerah aliran sungai di seluruh wilayah Indonesia terdata secara komprehensif sehingga bisa dimanfaatkan sebagai informasi dasar pengembangan wilayah. “Kebijakan pengelolaan sumber daya air dan lahan akan mengurangi resiko terjadinya masalah dimasa depan,” ungkapnya.

Menurut Rahman, pengelolaan lingkungan yang konsisten akan menyebarkan pembangunan wilayah yang merata dan sesuai dengan daya dukung lingkunganya. Meminimalisir bencana kelangkaan air dapat membawa penghematan besar dalam hal waktu, biaya dan energi. “Daerah seperti Jawa Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kabupaten Serang sudah merasakan perlunya ketersediaan informasi tentang jumlah ketersediaan air di wilayahnya sehingga mereka dapat memproyeksikan pembangunan daerah sesuai ketersediaan sumber daya air,” pungkasnya.

Pengukuhan tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Enny Sudarmonowati selaku Sekretaris Majelis Pengukuhan Profesor Riset mewakili Kepala LIPI, Kapusbindiklat Peneliti LIPI, Prof. Dr. Dwi Eny Djoko Setyono, M.Sc., para Anggota Majelis Profesor Riset yang merupakan Penilai Naskah Orasi yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Bambang Subiyanto, Prof. Dr. Silvester Tursiloadi, M.Eng.,  Prof. Dr. Hery Harjono, Prof. Dr. Gadis Sri H., Prof. Dr. Pratiwi serta 23 Profesor Riset Pendamping dari LIPI.

Sekretaris Majelis Pengukuhan Profesor Riset, Profesor Enny menginformasikan bahwa kedua Profesor Riset LIPI yang baru dikukuhkan tersebut adalah Profesor Riset  yang ke-114 dan ke-115 dari LIPI dan Profesor Riset yang ke-469 dan ke-470 secara Nasional

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


eight + 12 =