Pusbindiklat LIPI adakan PPJFP

Cibinong, Humas LIPI (30/9). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 34 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Peneliti dan Peraturan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 14 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Peneliti telah mengatur bahwa mengikuti Pelatihan Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti (PPJFP) merupakan salah satu persyaratan jenjang jabatan bagi Peneliti Ahli Pertama.

“Pelatihan ini bertujuan untuk melatih calon Peneliti agar mampu melaksanakan tugas dan fungsi sesuai jenjang jabatannya,”ujar Ragil Yoga Edi selaku Kepala Bidang Pendidikan pada Senin (30/9) di Cibinong. PPJFP ini merupakan gelombang kedua yang dilaksanakan oleh Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Pusbindiklat LIPI) di tahun 2019. Kegiatan berlangsung selama 10 hari, dimulai pada tanggal 30 September sampai dengan 11 Oktober 2019 di Kampus Pusbindiklat Cibinong.

Dirinya menjelaskan PPJFP merupakan salah satu persyaratan jenjang jabatan bagi Peneliti Ahli Pertama. “Kita berkarir dalam jabatan fungsional peneliti memang sudah menjadi tradisi, dengan namanya pendidikan dan pelatihan adalah cara untuk mengubah mindset”, jelas Ragil.
WhatsApp Image 2019-09-30 at 15.26.33

Lembaga litbang perlu mempunyai koneksi dengan pihak industri untuk memperkuat industri sehingga mampu bersaing. “Jika hasil industri dapat diinklusi dengan litbang, maka akan terjadi efisiensi yang berdampak pada harga barang dan jasa yang diterima konsumen semakin murah dan canggih”, tambah Ragil.

Dirinya menyatakan bahwa transformasi di tubuh litbang seyogyanya mengacu pada tujuan-tujuan pembangunan, sehingga dapat dilakukan benchmark dari industri lain untuk dapat menciptakan invensi yang dapat ditawarkan kepada masyarakat Indonesia. “Tidak hanya memenuhi standar kompetensi peneliti akan tetapi mampu memberikan kontribusi kepada bangsa”, tutupnya.

Pada PPJFP ini peserta akan merancang proses penelitian sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku, sehingga dapat menjalankan tugas dan fungsi sebagai peneliti ahli pertama berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Pelatihan diikuti oleh 25 orang peneliti dari Kementerian Pertanian. Skema pembelajaran akan diisi dengan metode klasikal dan uji kompetensi di akhir sesi yang terdiri dari bimbingan penulisan proposal penelitian dan wawancara substansi proposal penelitian.(St/edt KS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


2 × one =