Perlunya Soft Skill untuk Mendukung Penelitian

Cibinong, Humas LIPI. Pelatihan Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti (PPJFP) Gelombang 4 di Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) LIPI resmi ditutup pada Jumat (2/28). Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran maka, seluruh peserta yang berjumlah 30 orang lulus mengikuti PPJFP dengan predikat Baik atau dalam selang nilai yang berada di 80-89,9.
Nining Setyowati Dwi Andayani, selaku Kepala Bidang Program dan Pengembangan Profesi, sekaligus mewakili Plt. Kepala Pusbindiklat LIPI, menyatakan jika setelah pelatihan ini masih ada satu langkah lagi secara administratif sebagai peneliti yaitu pengambilan sumpah. “Saat teman-teman sudah dilantik, sudah diambil sumpah, artinya teman-teman harus sudah bisa memulai untuk berkinerja sebagai peneliti yang sebenarnya”, ujarnya.
Pelatihan yang dilakukan sepuluh hari terakhir ini, merupakan upaya untuk memberikan pembekalan yang dapat menjadi dasar berkarya mereka. “Walaupun mungkin teman-teman dulu sudah mempunyai background dalam penelitian, tetapi kami tetap ingin membekali kemampuan diluar kemampuan teknis”, ungkap Nining.
Menurutnya, dalam proses sebagai peneliti tetap membutuhkan softskill sehingga kemampuan diluar kemampuan teknis pun juga harus tetap dibangun. “Karena peneliti wajib S3, jadi sembari mengejar S3 juga dapat dipastikan harus mempunyai kolaborasi yang cukup luas”, jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional, Arvita Rosmawati, menyatakan bahwa PPJFP Gelombang 4 ini telah dilaksanakan dari tanggal 17 – 28 Februari 2020. Dirinya menjelaskan bahwa, PPJFP dilaksanakan berdasarkan peraturan LIPI No. 19 Tahun 2019 yang berisikan tentang kompetensi teknis penelitian, manajemen penelitian, sosial kultural dalam tim penelitian, etika dan perilaku, dan pengembangan karir sebagai pejabat fungsional peneliti.
Menurutnya, PPJFP ini bertujuan agar peserta memiliki kompetensi dalam merancang proses penelitian sesuai kaidah ilmiah yang berlaku, sehingga dapat menjalankan tugas dan fungsi peneliti ahli pertama berdasarkan perundang undangan.
Dalam penutupan pelatihan ini ada 3 peserta dalam kategori terbaik diantaranya, terbaik ketiga diraih oleh Cinantya Nirmala Dewi dari Pusat Penelitian Fisika LIPI, peserta terbaik kedua diraih oleh Rendra Dwi Firmansyah dari Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, dan terbaik pertama juga diraih oleh peserta dari Pusat Penelitian Fisika LIPI yaitu Abdul Basyir. (sf)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


17 + 14 =