LIPI Selenggarakan Webinar Penilaian Angka Kredit dan HKM

Cibinong, Humas LIPI.  LIPI sebagai instansi pembina jabatan fungsional peneliti adaptif terhadap perubahan. Terbitnya Peraturan LIPI Nomor 20 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Jabatan Fungsional Peneliti dijadikan rujukan untuk menilai angka kredit tahunan peneliti. Namun, narasi dalam peraturan memerlukan penjelasan untuk meningkatkan pemahaman. Oleh karena itu, Pusbindiklat LIPI menyelenggarakan webinar Pembinaan Jabatan Fungsional: Penilaian Angka Kredit dan HKM” pada Kamis (25/06).

 

Webinar ini merupakan webinar ke-2 yang bertujuan untuk memberikan penjelasan terkait kegiatan penelitian yang dapat dinilai dan penjelasan administratif tentang kenaikan jabatan dan maintenance karir peneliti. Untuk memberikan jangkauan informasi yang lebih luas, selain melalui zoom meeting, peserta dapat menyimak webinar melalui kanal youtube LIPI atau facebook pusbindiklat lipi.go.id.

 

“Sebenarnya basis penilaian kinerja jabatan fungsional peneliti ada 2, yaitu penjenjangan berdasarkan angka kredit (AK) dan penjenjangan berdasarkan kompetensi atau hasil kerja minimal (HKM)”, ungkap Gono membuka paparannya. Dirinya menjelaskan menurut aturan terbaru indikator inti dari kinerja jabatan fungsional peneliti adalah HKM. Tanpa HKM dipastikan karir peneliti akan terhenti.

 

Selain HKM, peneliti juga perlu memperhatikan unsur Angka Kredit. Penilaian kinerja berdasarkan angka kredit tahunan tertuang dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan angka kredit kumulatif (4 tahun). Sedangkan unsur portofolio (HKM) dihitung per-periodi/4 tahun). Kedua unsur tersebut akan di verifikasi melalui uji kompetensi, yaitu uji kompetensi portofolio (naik golongan dan portofolio dan tatap muka (naik jenjang jabatan).

 

Selain itu Gono juga mengingatkan HKM dalam bentuk publikasi perlu memperhatikan akreditasi lembaga penerbit (publishing house). “Pastikan lembaga penerbit adalah anggota IKAPI”, imbuhnya. Selanjutnya untuk HKM dalam bentuk KTI perlu diperhatikan indeksasi jurnal internasional dan nasional yang terakreditasi SINTA 1 dan SINTA 2.

Selain itu, unsur contibutorship dalam publikasi perlu diperhatikan sebagai wujud pengakuan kinerja “team work” dalam bentuk contributorship statement. “Pembagian angka kredit dengan komposisi kontributor utama 60% dan kdontributor anggota 40%. Apabila hanya terdiri dari kontributor utama atau kontributor anggota (100%), maka angka kredit dibagi seluruh kontributor dan harus memenuhi minimal 5% dari total angka kredit”, tutup Gono (dr/ed.sa).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


10 − four =