LIPI Latih Penanganan Virus SARS Cov-2

Cibinong, Humas LIPI. Berdasarkan Keputusan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia Nomor 51/M/KPT/2020 tentang Konsorsium Riset dan Inovasi untuk percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di mana Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ditunjuk sebagai salah satu pelaksana maka dalam upaya melaksanaan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan riset dan inovasi untuk percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia telah membentuk Gugus Tugas Pelaksana Riset dan Inovasi Percepatan Penanganan Covid-19 sejak 23 Maret 2020. Gugus tugas mempunyai tugas melakukan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan di bidang Herbal sebagai Antivirus, Rapid Diagnostic Test, Whole Genome Sequencing dan Vaksin, Alat Kesehatan, Alat Pelindung Diri dan Alat Sterilisasi, Teknologi Informasi, dan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kebudayaan.

Selain riset terkait COVID-19, kegiatan lainnya adalah menyelenggarakan pelatihan dalam penanganan mikroorganisme patogen SARS Covid-2 bagi laboratorium, rumah sakit dan perguruan tinggi seluruh Indonesia. Tak terasa, pelatihan telah memasuki sesi VI pada Rabu (6/5) secara on line yang diikuti oleh 100 peserta dan secara off line (11 dan 14/5) terbatas 16 peserta untuk praktek deteksi virus. Pelatihan masih menyisakan 2 sesi lagi s/d 20 Mei 2020. Sebagai informasi, pelatihan sesi I telah dilakukan pada 31 Maret 2020 lalu (on line) dan 1-2 April 2020 (off line) di fasiltas Biosafety Level 3 (BSL-3) LIPI yang berstandar WHO.

Sejak sesi IV (22/4), pelatihan on line sudah dilaksanakan oleh Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) LIPI. Pada sesi VI, Kepala Plt. Pusbindiklat LIPI, Raden Arthur Ario Lelono membuka langsung pelatihan yang berlangsung hingga sore hari. “Tujuan dari pelatihan penanganan SARS Covid-2 ini sedikit banyak dapat membantu peserta dalam hal pemahaman terhadap Covid-2 dan pemanfaatannya,” tuturnya. “Materi pada pelatihan ini dapat juga diakses di covid19.lipi.go.id,” imbuh Arthur.

Pelatihan diampu oleh empat orang narasumber yakni: Pertama, Ririn Ramadhany, Ph.D. (Peneliti Balitbangkes, Kementerian Kesehatan) menyampaikan materi mengenai Spesifikasi Laboratorium untuk deteksi, Alat Pelindung Diri dan Manajemen Risiko penanganan virus SARS CoV-2. Kedua, Sidrotun Naim, Ph.D. (Universitas Surya dan Indonesia Strategic Institute) menyampaikan materi mengenai Virus SARS CoV-2 : Genom dan Patogenesis. Ketiga, Dr. Wien Kusharyoto. (Peneliti Senior dan Anggota NICCRAT Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI) menyampaikan materi mengenai Tinjauan metode Deteksi Virus SARS CoV-2 berbasis molekuler. Dan Keempat, Susanti, M.Phil, Apt. (Research fellow di Molecular Pathology Research Group, School of Medicine University of Nottingham , CEO/direktur PathGen diagnostik Teknologi. Lecturer, Department of Pharmacology and Clinical Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) menyampaikan materi Prinsip dan Prosedur Isolasi RNA dan RTPCR untuk deteksi Virus SARS Cov-2. (DR, SL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


nineteen + twenty =