LIPI dan Komisi VII DPR RI adakan Workshop Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi Menengah dan Tinggi

Cibinong, Humas LIPI.  Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia melalui Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan serta Biro Kerjasama Hukum dan Humas bekerjasama dengan komisi VII DPR RI melaksanakan Webinar Workshop Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi Menengah dan Tinggi (5/7). “Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas sdm iptek agar dapat bersaing secara global melalui publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi menengah dan tinggi” tutur Plt. Kepala Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan LIPI Dr. Arthur Lelono saat membuka webinar.

Sementara itu, narasumber dari anggota Komisi VII DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan 2, Dr. Andi Yuliani Paris mengharapkan semoga workshop ini dapat membawa manfaat dalam meningkatkan skill peserta dalam melakukan publikasi di jurnal internasional bereputasi menengah dan tinggi.  “Saya berharap peserta dapat mengikuti penuh workshop karena jika ikut pelatihan seperti ini mahal, sedangkan ini gratis dan justeru menariknya pada saat sore hari pada sesi submit publikasi di jurnal internasional bereputasi menengah dan tinggi,” tutur Andi.

Hadir sebagai narasumber adalah Dr. Dede Heri Yulianto dari Pusat Penelitian Biomaterial LIPI “Jurnal internasional bereputasi menengah dan tinggi merupakan terbitan berkala ilmiah yang memenuhi kriteria jurnal internasional dengan tambahan terindeks oleh pangkalan data internasional bereputasi yaitu scopus dan web of science selain itu harus memiliki faktor dampak Scimago journal and country yaitu Q1 dengan reputasi tinggi atau Q2 dengan reputasi menengah,” ungkap Dede pada pemaparan materi pengenalan referensi mendeley.

Dirinya menjelaskan bahwa tidak mudah untuk mempublikasikan tulisan di jurnal internasional bereputasi menengah atau tinggi karena banyak kriteria yang harus dipenuhi. “Perlu dipersiapkan beberapa hal yakni data ilmiah yang berkualitas artinya memenuhi kaidah kaidah ilmiah sebuah tulisan, kemudian harus mempersiapkan naskah publikasi yang ditunjang oleh proses submission yang benar,” ungkap Dede. ”Salah satu hal yang perlu dipersiapkan dalam penulisan naskah adalah referensi yang baik dan benar,” imbuhnya.

Dede membahas salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk penyusunan referensi yaitu mendeley. “Perangkat yang di produksi elsevier ini cukup baik karena dapat digunakan untuk mengelola, berbagi dan mencari referensi pendukung tulisan selain itu perangkat ini tidak berbayar,” jelasnya secara virtual kepada 470 orang peserta webinar yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.

“Strategi mempersiapkan dokumen sangat penting dipelajari dengan memperhatikan beberapa aspek, yaitu bagaimana proses untuk mendapatkan data, memperhatikan teknik penulisan ilmiah yang sesuai kriteria, menentukan  jurnal yang akan dituju untuk publikasi tulisan, memeriksa kembali karya tulis agar tidak terdapat kesalahan-kesalahan dan untuk tulisan dalam bahasa inggris dapat juga dilakukan dengan meminta bantuan kepada “native english editor” agar tulisan yang dihasilkan memiliki tata bahasa yang benar,” rinci Dede.

Dalam kesempatan itu Dede juga menjelaskan beberapa teknik penulisan ilmiah yang harus diperhatikan agar tulisan dapat terbit di jurnal yang bereputasi menengah dan tinggi yaitu dengan membaca sebanyak-banyaknya jurnal sesuai bidang yang ditetapkan, mempelajari cara penulisan kalimat kalimat dari pendahuluan hingga pembahasan, mengetahui kapasitas data yang ditampilkan, mempelajari karakteristik masing masing jurnal dalam menampilkan data dan istilah istilah baru yang ditemui pada karya tulis yang telah dibaca serta mempelajari format dari artikel yang telah terbit.

“Kewajiban untuk mempublikasi tulisan di jurnal internasional bagi peneliti dan sebagai syarat kelulusan bagi mahasiswa mengharuskan kita untuk mengetahui seluk beluk jurnal ilmiah internasional termasuk proses submit publikasi di beberapa jurnal internasional bereputasi menengah dan tinggi,” terang Dede. “Proses penerbitan tulisan dijurnal internasional memang membutuhkan waktu yang cukup lama karena harus melewati beberapa proses yang meliputi submission tulisan, penerimaan tulisan oleh editor kemudian diteruskan ke reviewer yang dipilihkan sesuai dengan bidang keahlian dan biasanya proses review akan keluar dalam waktu satu bulan, apabila tulisan sudah melewati tahap tahap diatas maka tulisan sudah layak untuk terbit,” pungkas Dede.

Pendeknya, tahapan-tahapan yang harus dilalui agar tulisan dapat terbit di jurnal internasional bereputasi menengah dan tinggi dikupas tuntas oleh Dede dalam workshop yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari pukul 16.00 WIB. Komunikasi antara pemateri dan peserta dilaksanakan secara dua arah sehingga peserta dapat bertanya kepada pemateri apabila terdapat hal hal yang masih belum dipahami. Selain itu pemateri juga memberikan kesempatan kepada peserta yang berasal dari beragam kalangan untuk praktek langsung aplikasi Mendeley.  (eb ed sl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


nine − 8 =