LIPI dan DPR RI Selenggarakan Workshop Online Publikasi Ilmiah Penulisan KTI untuk Guru

Cibinong, Humas LIPI. Komitmen Bersama LIPI dengan Komisi VII DPR RI dalam pengembangan SDM Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) terus berlanjut signifikan di era new normal. Setelah minggu sebelumnya fokus dengan workshop KTI untuk dosen dan peneliti, kali ini kolaborasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) dan Biro Kerja Sama, Hukum dan Hubungan Masyarakat (BKHH) dengan Komisi VII DPR RI menyasar para guru. Webinar Workshop Online Publikasi Ilmiah Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) pun digelar (11/07) dengan fokus penulisan KTI untuk guru dan merupakan bagian dari rangkaian webinar yang ke-4 kolaborasi LIPI dengan Komisi VII DPR RI.

“Guru merupakan garda terdepan untuk pengembangan SDM, yang dapat berperan dalam mengenalkan dan membuat KTI menjadi bentuk tulisan yang populer dan menarik di masyarakat,” tutur Plt. Kapusbindiklat LIPI, Raden Arthur Ario Lelono, Ph.D. Arthur saat membuka webinar. ”Workshop bertujuan untuk meng-encourage guru agar dapat membuat science itu indah dan menyenangkan.  Bagaimana meng-create KTI sehingga murid merasakan hal itu bukan lagi sebagai sebagai momok di sekolah,” imbuhnya.

Dr. Andi Yuliani Paris anggota Komisi VII dan anggota Badan Legislasi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan 2 mengatakan, acara workshop bukan webinar biasa. “Workshop ini bukan sekedar untuk memberikan knowledge atau pengetahuan, tapi juga memberikan skill, menambah keterampilan dalam membuat karya ilmiah. Selain menjadi salah satu syarat kenaikan pangkat bagi guru yaitu men-submit karya ilmiahnya,” kata Andi.

Andi menjelaskan bahwa saat ini DPR RI sedang membuat Undang-undang Sistem Nasional (Sinas) Iptek yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan Iptek dapat dilakukan oleh perseorangan, kelompok, badan usaha, lembaga pemerintah atau swasta dan perguruan tinggi, yaitu dengan melakukan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan. “Dalam undang-undang tersebut yang perlu dipersiapkan adalah SDM Iptek, sehingga dapat dimanfaatkan guru untuk mendapatkan dana-dana penelitian dari badan usaha yang tertarik dengan research and development (R&D). Guru juga diharapkan dapat menjadi pembimbing untuk peneliti-peneliti muda, “ jelasnya.

Lebih jauh Andi mengungkapkan, sejauh ini, LIPI yang telah menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) setiap tahun, untuk mendorong remaja mengirim karya ilmiahnya dan tahun ini LKIR sudah masuk LKIR yang ke-52. “Guru diharapkan dapat membimbing dan mendorong murid-muridnya untuk mengikuti LKIR tersebut. Dalam hal ini LIPI menjadi mitra kerja Komisi VII DPR RI terkait pengembangan SDM Iptek,” papar Andi.

Andi menambahkan, teori tentang karya ilmiah sebagai karya tulis yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dengan landasan teori dan metode ilmiah. Karya ilmiah harus ada fakta, data dan solusi dari permasalahan. Suatu karya ilmiah itu harus runtut dan sistematis, dapat diuji dari pendahuluan sampai bab terakhir. Karya ilmiah ciri-cirinya menggunakan bahasa baku, menggunakan kaidah keilmuan, tidak ambigu, tidak emotif (bukan berdasarkan perasaan penulis, tapi berdasarkan data dan fakta), objektif (tidak memiliki kecondongan subyektifitas) dan menggunakan kalimat yang efektif. “Manfaat karya ilmiah adalah untuk melatih membaca dengan efektif, mengorganisir data dengan benar dan melatih keterampilan dasar untuk murid-murid yang dibimbingnya,” jelasnya.

Acara webinar dibuka oleh moderator Dr. Didi Tarmadi, S.Hut., M.Si., Peneliti Ahli Madya Pusat Penelitian (Puslit) Biomaterial LIPI. Selanjutnya paparan disampaikan oleh narasumber Dr. Sukma Surya Kusumah, S.Hut., M.Si., Peneliti Ahli Madya Puslit Biomaterial LIPI, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Peneliti Biokomposit dan Biopolimer Puslit Biomaterial LIPI. “Definisi KTI sebagai hasil pemikiran ilmiah tentang disiplin ilmu tertentu yang disusun secara sistematis, benar, logis, utuh, bertanggung jawab, serta menggunakan bahasa yang benar. Sedangkan jenis KTI antara lain artikel, makalah, kertas kerja, skripsi, tesis dan disertasi,” ujar Sukma.

Sukma juga menjelaskan struktur/sistematika KTI yang terdiri dari judul, abstrak, pendahuluan, tinjauan pustaka/landasan teori, hipotesa, metodologi penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih dan daftar pustaka. Sukma menjelaskan pula secara detail setiap bagian dari sistematika tersebut, diselingi dengan tanya jawab baik melalui menu question and answer (Q&A) maupun tanya jawab secara langsung. Banyak peserta guru dari berbagai daerah yang bertanya dan beberapa menyampaikan kendalanya dalam menulis. Peserta juga bertanya masalah etika penelitian dan penggunaan fasilitas mendeley dalam penulisan KTI. Narasumber langsung menjawab dan sekaligus memberikan motivasi pada peserta. Keaktifan peserta  dalam bertanya dan berpendapat ini dicatat oleh sekretariat dan narasumber. Andi akan memberikan penghargaan bagi 10 peserta ter-aktif dalam bentuk souvenir dari DPR RI.

Acara webinar dilaksanakan dari pagi hingga pk. 16.00 WIB, dan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama paparan dari narasumber sampai dengan pk. 12.00 WIB, dilanjutkan dengan praktek penulisan KTI pada pk. 13.00 – 16.00 WIB. Dalam webinar ini peserta diminta mengumpulkan draft KTI yang telah dibuatnya untuk digunakan sebagai bahan diskusi dan praktek penulisan. Acara ditutup oleh Muhammad Yunus Z, S.S., M.A., Widyaiswara Ahli Muda mewakili Plt. Kapusbindiklat LIPI dengan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber dan peserta atas partisipasinya dalam acara webinar. (Iks ed Sl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


twenty − 19 =