LIPI Bentuk Peneliti yang Berintegritas dan Adaptif Melalui PPJFP

Cibinong, Humas LIPI. Pusbindiklat LIPI kembali menyelenggarakan Pelatihan Pembentukan Jabatan Fungsional Penelitian (PPJFP pada Senin (2/3) di Kampus Pusbindiklat LIPI Cibinong. “Saya percaya dengan semangat dan kerja keras teman-teman akan mampu memberikan yang terbaik bagi penelitian. Walaupun sekarang masih dalam peneliti pertama maupun muda, kita berharap semua itu dapat dicapai denga integritas, etika, dan network dari kita semua”, papar Raden Arthur Ario Lelono selaku Plt. Kepala Pusbindiklat LIPI.
Pelatihan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 34 tahun 2018, tentang Jabatan Fungsional Peneliti dan Peraturan LIPI No. 20 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Peneliti yang menyatakan bahwa PPJFP merupakan salah satu persyaratan jenjang jabatan bagi peneliti ahli pertama.
Arthur menjelaskan tujuan PPJFP adalah agar peserta memiliki kompetensi dalam merancang proses penelitian sesuai kaidah ilmiah yang berlaku. “Diharapkan peneliti mampu menjalankan tugas dan fungsi sebagai peneliti ahli pertama berdasarkan peraturan perundang-undangan”, ungkapnya.
Peneliti melalui penelitiannya harus memberikan dampak yang besar kepada masyarakat sesuai amanat Presiden Jokowi pada Rakornas 2020. Untuk itu penelitian tidak bisa dilakukan oleh perorangan dalam bentuk wadah yang kecil, melainkan harus berkesinambungan, menjalin network dan menjawab permasalahan yang riil kepada masyarakat.
Selain itu peneliti wajib memiliki etika dan integritas yang tinggi dengan didukung oleh profesionalitas yang adaptif. Peneliti diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin melalui dukungan infrastruktur riset. Beberapa tahun kedepan melalui program SBSN, LIPI akan menambahkan infrastruktur riset. “Infrastruktur riset merupakan daya jual kita, kita sebagai peneliti menciptakan ide-ide untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat”, jelas Arthur.
Selain itu, Arthur juga berharap peneliti mampu bersaing dalam pendanaan-pendanaan riset baik dari dalam maupun luar LIPI, sehingga peneliti mampu menjadi peneliti yang adaptif, profesional, dan mampu bekerja sama.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional, Arvita Rosmawati, menambahkan bahwa PPJFP Gelombang pertama ini akan dilaksanakan mulai tanggal 3-14 Februari 2020. “Proses pembelajaran terdiri dari satu kegiatan belajar mengajar yang terdiri dari pemaparan materi dan diskusi, penugasan individu dan kelompok dan presentasi hasil diskusi atau penugasan, uji kompetensi dari bimbingan penulisan proposal penelitian dan wawancara substansi proposal penelitian atau uji kompetensi”, jelasnya.
Sebagai informasi, pelatihan ini diikuti oleh 30 orang dari beberapa satuan kerja di lingkungan LIPI yaitu dari Kedeputian Bidang Ilmu Hayati, Teknik, dan Kebumian LIPI. (Sf/ed.Sa)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


eighteen − fourteen =