Karya Tulis Ilmiah sebagai Rekam Jejak Peneliti

Cibinong, Humas LIPI. Beberapa waktu yang lalu pemerintah menyatakan index publikasi ilmiah Indonesia masih rendah. “Sekarang saingan kita hanya Malaysia. Namun, jika nanti kontribusi peserta dapat menjadi satu tulisan yang terpublikasi, maka jumlah jurnal terindex global akan melesat meninggalkan Malaysia”, jelas Ragil Yoga Edi selaku Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) LIPI saat membuka Pelatihan Penulisan Ilmiah Tingkat Dasar pada Senin (21/10) di Kampus Pusbindiklat LIPI, Cibinong Science Center.
Dirinya menjelaskan kondisi tersebut menjadi salah satu pendorong perlunya diselenggarakan pelatihan sebagai insentif untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah. Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan motivasi peserta peneliti dan non peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah yang bermutu.
WhatsApp Image 2019-10-21 at 12.35.20
Menulis sangat penting sebagai rekam jejak peneliti dalam bidang ilmu pengetahuan. “Publish or vanish, kalau tidak dipublikasikan maka akan lenyap begitu saja, ungkap Ragil. Tulisan adalah bukti fisik berupa publikasi yang dapat dibaca dan dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan
Saat ini pengguna dari jurnal ilmiah semakin luas, tak hanya kalangan akademis, namun dibutuhkan juga oleh industri. “Tidak hanya masyarakat ilmiah, akan tetapi juga dari kalangan industri. Misalnya technology intelegence atau knowledge intelegence yang dapat diketahui melalui jurnal ilmiah”, pungkasnya.
Ia berharap dengan pelatihan ini peserta mampu membuat tulisan sesuai dengan kaidah ilmiah dan mendorong budaya menulis. Tak hanya dapat menggali ilmu, namun dapat memecah kebekuan untuk menulis dengan benar.
Pelatihan ini diikuti 31 peserta dari beberapa Kementerian/LPNK. Kegiatan diselenggarakan pada 21 – 25 Oktober 2019 dengan sasaran agar peserta memahami dasar-dasar penulisan ilmiah, mampu menghasilkan karya tulis ilmiah sesuai dengan kaidah penulisan, dan pmampu mempresentasikan karya tulis ilmiah dengan baik (septi/ed.sa).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


six + 20 =