Jadikan Era New Normal sebagai Sumber Data Publikasi Internasional

Cibinong, Humas LIPI. Menghadapi era new normal di masa pandemi COVID-19, sungguh menjadi  tantangan tersendiri bagi lembaga-lembaga riset tanah air. Terbatasnya mobilitas tentunya memangkas kegiatan riset. “Di masa pandemi ini, sebagai bagian dari sumber daya manusia (SDM) Iptek di lembaga litbang, para peneliti dituntut untuk terus menghasilkan publikasi berkualitas. Era normal baru dapat menjadi sumber data yang dapat digali dan dikaji dari berbagai bidang riset”, ungkap Arthur Ario Lelono, selaku Plt. Kepala Pusbindiklat LIPI saat membuka Webinar “Strategi Menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Jurnal Terindeks Global pada Senin (15/6).

Arthur mengungkapkan normal baru seakan menjadi starting point untuk mencari hikmah dibalik wabah COVID-19 yang melanda dunia. “Data dan informasi tersebut dapat kita gali dan dikontruksikan kembali dalam bentuk publikasi, lalu kita share dalam publikasi internasional,” imbuhnya.

Gono Semiadi selaku narasumber sekaligus Peneliti Zoologi pada Pusat Penelitian Biologi LIPI menegaskan bahwa  novelty dalam penelitian adalah jantung dari kegiatan riset. “Novelty menjadi dasar mindset penulisan KTI global yang meliputi kemampuan menemukan sesuatu yang baru sebagai pengetahuan baru dalam bentuk hasil riset yang dapat dimanfaatkan”, jelas Gono.

Dirinya juga menambahkan sebuah unsur novelty dalam KTI harus memiliki teoritical-novelty, methodological-novelty dan empirical novelty. “ Teoritical novelty meliputi kontribusi dalam menciptakan, menguji, dan  merevisi konsep akademis atau teori. Methodological novelty yaitu fokus dalam riset, termasuk upaya merevisi dan membangun metode baru, atau mengkombinasikan metode untuk penyempurnaan hasil, “ papar Gono. “Sedangkan empirical novelty meliputi adanya aplikasi baru, data baru dan bukti baru,” imbuhnya.

Pernyataan Gono diamini oleh Evvy Kartini yang menjadi narasumber kedua. “Menulis KTI harus memiliki visi dan misi, wujud kita menyampaikan ide dan kebaruan. Jadi harus jelas dulu target jurnalnya dan sesuaikan dengan bidang keahlian kita,” ungkap Peneliti dari BATAN tersebut.

Langkah selanjutnya Evvy menyarankan agar jangan lelah untuk terus membaca, mencari referensi terbaru dari jurnal-jurnal relevan dengan tema yang ingin diangkat. “Publikasi luar negeri  hampir 80% referensinya dari jurnal. Jadi cari, kumpulkan dalam satu folder. Gunakan reference tools seperti mendeley untuk memudahkan dalam menulis referensi,” saran Evvy.

Evvy juga mengingatkan bagian analisis data dalam publikasi memiliki peranan penting dalam KTI. Termasuk mempelajari kebijakan dan format jurnal, mencari mitra bebestari yang tepat dan menjaga etika publikasi.

Terakhir Evvy berpesan agar terus membangun mimpi dengan menulis, sehingga tulisan dapat dikenal di seluruh dunia. “Yakinlah apa yang kita tulis sedikit-banyak dapat menjadi solusi untuk dunia yang lebih baik,” tutupnya (SA ed. Sl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


4 × 2 =