Bahasa sebagai Elemen Penting dalam Menunjang Proposal Ilmiah

Cibinong, Humas LIPI. Pada dasarnya hasil penelitian diperuntukkan untuk kemaslahatan bangsa lebih luasnya diharapkan bermanfaat untuk dunia internasional. Saat ini jurnal penelitian sudah banyak disusun menggunakan Bahasa Inggris dengan tujuan untuk memperluas jangkauan, sehingga konten jurnal dapat diakses oleh masyarakat internasional. “Beberapa jurnal nasional masih ditulis dalam Bahasa Indonesia untuk memudahkan akses masyarakat Indonesia, akan tetapi di satu sisi juga disediakan dalam Bahasa Inggris supaya masyarakat internasional juga dapat mengakses”, ungkap jelas Ragil Yoga Edi selaku Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) LIPI saat membuka pelatihan pada Senin (18/11) di Pusbindiklat LIPI, Cibinong.
Sesuai amanah Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000 terkait Pedidikan dan Pelatihan jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditegaskan bahwa, pedidikan dan pelatihan bagi PNS harus dapat meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap agar dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional.
Menurut Ragil, bahasa sebagai media komunikasi menjadi faktor yang penting dalam penulisan proposal. “Alasan riset di Indonesia tidak mendunia karena tidak di tulis dalam Bahasa Inggris, padahal hasil riset peneliti Indonesia tidak kalah dengan riset dari negara lain dari segi substansi”, pungkasnya. Bahasa menjadi elemen yang penting dalam penelitian. “Jika perkara bahasa diabaikan, maka riset-riset pun juga terabaikan”, imbuhnya.
Sementara itu, menurut Ragil bahasa juga salah satu faktor yang menunjang proposal sebagai tolak ukur keberhasilan sebuah penelitian. “Standing point dari penelitian dapat dilihat dari proposalnya, jika proposalnya jelas maka hasil penelitiannya akan jelas, begitupun sebaliknya”, pungkasnya.
Muhammad Yunus selaku Kepala Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Manajemen Aparatur Pusbindiklat LIPI menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan agar peserta mendapatkan ilmu dan manfaat terkait penyusunan proposal ilmiah dimana LIPI sebagai instansi pembina jabatan fungsional peneliti. Pelatihan yang diikuti 24 peneliti dari Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaanakan berlangsung selama 5 (lima) hari dimulai tanggal 18 – 22 November 2019 (sf/ed.sa).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*


thirteen − eight =