Cibinong Science Center Butuh Publikasi

CIBINONG – Masyarakat Indonesia belum sepenuhnya mengetahui adanya kompleks lembaga tingkat nasional yang berkaitan dengan dunia ilmu pengetahuan di Cibinong Science Center.

Hal itu menjadi keprihatinan tersendiri bagi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta. Menurut dia, kompleks tersebut merupakan gudangnya ilmu pengetahuan dan perlu mendapatkan publikasi terarah.

“Saya setuju adanya publikasi, termasuk hasil-hasil penelitian di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia),” ujarnya pada kunjungan ke gedung Herbarium Bogoriense Bidang Botani dan Mikrobiologi LIPI, Kecamatan Cibinong, kemarin.

Karena itu, Menristek mengatakan, pemerintah akan membantu LIPI dan berbagai lembaga ilmu 19.000 PJU tanpa Penangkal Petir pengetahuan nasional yang ada, dalam pendanaan penelitian serta publikasi dan sosialisasi. Terlebih, LIPI pernah tertinggal dalam hal penemuan dan penelitian dari LSM dikarenakan kurangnya pendanaan.

“Seperti menemukan anggrek jenis baru atau penelitian lainnya. Namun memang kita terbatas dana. Nanti akan diperhatikan penambahan dana,” kata dia.

Selain itu, Hatta mengapresiasi upaya Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Ba kosurtanal) terkait rencana adanya peraturan pemerintah tentang Badan Informasi Geospasial yang sedianya dapat menyediakan informasi untuk menunjang percepatan perluasan pembangunan.

Kementerian, lanjutnya, akan meningkatkan koordinasi agar bisa meningkatkan produktivitas lembagalembaga ilmu pengetahuan. Publikasi dinilai penting untuk memperlihatkan hasil pencapaian adanya lembaga ilmu pengetahuan.

Menristek juga menyoroti perlu adanya inventarisasi tumbuhan asli Indonesia yang menjadi hak masyarakat, terlebih setelah adanya Protokol Nagoya pada 11 Mei di Markas Besar PBB, New York. Dimana protokol tersebut menjadi tonggak sejarah pemanfaatan konvensi keanekaraga man hayati.

Kepada Menristek, Deputi Bidang Infrastruktur Data Spasial Bakosurtanal, Yusuf Surahman, serta Sekretaris Utama LIPI, Dr Jusman Sayuti sempat menjelaskan sejarah dan perkembangan LIPI, Bakosurtanal dan Cibinong Science Center.

Di LIPI sendiri, kini tercatat jumlah peneliti mencapai 1251 orang, dengan jumlah peneliti utama sekitar 949 orang. Komposisi sudah dianggap ideal. Koleksi ilmiah Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI menjadi yang terbaik, dengan memiliki 4.890 jurnal, 60.000 artikel dan 37.000 full text enam fitur.

Kerjasama dengan universitas dan lembaga penelitian di luar negeri pun terus dilakukan. LIPI telah mendaftarkan 214 hak paten, 25 hak cipta, 23 merek, tujuh desain industri dan dua PVT. Namun, LIPI juga tengah menghadapi tantangan, yakni perubahan mind set ke arah pembentukan budaya unggul demi mendukung inovasi nasional. (ric)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*


sixteen + 20 =